Nur Kholis "From Zero to Success"

Ditulis oleh Sihaburramli, SH on . Posted in Our Outcome

   Nur Kholis2Nur Kholis Pict

Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan Banyuwangi yang disingkat Balai Diklat Perikanan Banyuwangi, lebih singkat lagi BPPP Banyuwangi, adalah salah satu UPT Kementerian Kelautan dan Perikanan yang terletak ujung pulau Jawa, bumi blambangan, Banyuwangi. Tepatnya di Dusun Paras Putih Desa Bangsring kecamatan Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi. Dengan MOTO mitra menuju sukses, BPPP Banyuwangi berupaya untuk mengantarkan masyarakat mencapai kesuksesan. Tentunya melalui kegiatan pelatihan. Moto Mitra Menuju Sukses bagi BPPP Banyuwangi bukanlah sekedar slogan belaka. Sangat banyak para purnawidya yang berhasil menjadi wirausaha sukses atau dapat meningkatkan kesejahteraan keluarganya bahkan orang lain setelah mengikuti pelatihan. Misalnya, bpk Nur Kholis yang beralamat di RT 04, RW 5, Desa Setail Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi.

Nur Kholis adalah sesosok pria yang tak kenal putus asa dan pantang menyerah. Berangkat dari sebagai sales obat-obatan ia berusaha menafkahi keluarganya. Walau penghasilannya sebagai sales jauh dari yang diharapkan tetap ia tekuni hingga 4 tahun, mulai 2004 sampai 2008. Namun akhirnya ia berhenti jadi sales karena perusahaan tempat bekerja tutup. Kejadian ini telah membuat seorang Nur Kholis galau, karena ia tidak bisa lagi mencari nafkah, apalagi setelah ia dikarunia seorang anak yang lahir tanggal 10 Maret 2008 hasil dari pernikahannya dengan seorang perempuan bernama Nurul Islamiyah yang ia nikahi tanggal 17 Mei 2007.

Bukan Nur Kholis kalau berlama-lama dalam kegalauan. Selang beberapa waktu setelah berhenti jadi sales ia menjadi petani, berusaha dengan bercocok tanam di lahan hasil warisan dari orang tuanya yang tidak begitu luas. Dengan semangat yang tinggi setiap hari ia selalu berjibaku dengan cangkul dan tanah sambil berharap agar hasil pertaniannya dapat menghidupi keluarganya. Akan tetapi fakta berkata lain. Apa yang ia harapkan jauh dari kenyataan, jangankan untuk menghidupi keluarganya untuk bayar hutang yang digunakan modal bertani saja tidak bisa. Kenyataan pahit ini tentu membuat ia semakin galau. Pada saat dilanda kegaulauan ia rajin bermain kerumah teman-temannya untuk curhat, sehingga ada seorang temanya yang menyarankan agar berwirausaha di bidang budidaya. Dan ia pun tertarik. Nur Kholis memeras otak, pusing tujuh keliling, bagaimana caranya untuk mendapat modal.

Pada suatu saat Nur Kholis mendatangi seorang saudaranya, yang kebetulan orang berada, ia sampaikan keinginginannya. Ternyata saudaranya siap untuk membantu. Bermodal uang pinjaman Nur Kholis mencoba berwirausaha, sebagai Pembudidaya Ikan Lele. Mulailah ia membuat kolam beton berukuran 17mx6m sebanyak 8 petak. Dengan bermodal ijazah SD dan banyak membaca buku tentang teknis budidaya ia berusaha membesarkan ikan lele peliharannya. Namun keberuntungan belum berpihak kepada Nur Kholis, setiap panen selalu rugi dan rugi. Tentu ini disebabkan karena ia tidak memiliki kepandaian atau keahlian di bidang budidaya. Nur Kholis tidak putus asa ia selalu belajar dan belajar.

Pucuk dicinta ulampun tiba. Pintu menuju kearah kesukseksen mulai terbuka. Pada tanggal 6 s.d 9 Februari 2013 Nur Kholis dapat kesempatan mengikuti Pelatihan Pembesaran Ikan lele di P2MKP Dunia Air Kabupaten Banyuwangi. Selama 4 hari ia menekuni dengan seksama semua materi yang diberikan oleh para pelatih. Hingga akhirnya ia pun mengamalkan atau mepraktekkan semua materi yang ia dapat dari pelatihan itu. Betul apa yang dijanjikan Tuhan, bahwa Ia tidak akan merubah nasib suatu kaum kalau mereka sendiri tidak mau berusaha untuk merubahnya. Kini ada perubahan yang luar biasa dalam kehidupan se orang Nur Kholis. Nur kholis bukan yang dulu lagi, yang selalu hidup dalam kekurangan, kini hidup serba kecukupan. Ia pun berusaha mengembangkan usahanya, membangun kolam baru sebanyak 8 unit dengan ukuran 17mx6m.

Pada bulan Juli 2013 lalu Nur Kholis mendapat kesempatan lagi mengikuti pelatihan dengan materi Pembenihan Ikan Lele. Bagi Nur Kholis pelatihan ini sangat bermanfaat, karena ia tidak lagi harus membeli benih ikan lele, ia telah bisa memenuhi kebutuhan benih ika lele, bahkan menjualnya kepada orang lain. Kesuksesan Nur Kholismembuat banyak orang tertarik untuk berwirausaha di bidang budidaya ikan lele, bahkan ada yang menawarkan modal. Semua yang dirasakan oleh Nur kholis tidak membuat ia tinggi hati, dengan senang hati ia mau menularkan ilmunya kepada orang lain. Bahkan atas keinginan Pemerintah Desa setempat ia membentuk Kelompok Pembudidaya Ikan. Dan ia didaulat menjadi ketuanya. Sungguh sangat luar biasa seorang yang hanya berijazah SD menjadi ketua kelompok yang anggotanya kebanyakan lulusan SLTA bahkan ada yang S1.

Kesuksesan seorang Nur Kholis tentu tidak lepas dari peranan BPPP Banyuwangi yang dengan segala kemampuannya selalau berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bidang Kelautan dan Perikanan…

Inilah kisah kesuksesan seorang Nur Kholis. Yang tentunya masih ada beribu-ribu Nur kholis lain di wilayah kerja BPPP Banyuwangi.

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker