METODA DISKUSI DALAM PROSES BERLATIH-MELATIH

Ditulis oleh Mastaka, S.St.Pi on . Posted in Artikel Kelautan dan Perikanan

OLEH : MASTAKA, S.ST.PI.

INSTRUKTUR MADYA BPPP BANYUWANGI.

 

mastaka 

 

  1. METODA DISKUSI.

Metoda diskudi mempunyai peranan penting dalam pendidikan orang dewasa baik yang diselenggarakan secara formal maupun non formal. Kita dapat meyakini jika suatu kelompok masyarakat mengetahui permasalan yang dihadapinya kemudian mendiskusikannya bersama maka mereka akan menemukan jalan pemecahannya.

Banyak ilmu pengetahuan yang dimiliki orang dewasa diperoleh dari keikutsertaannya berpartisipasi dalam kegiatan diskusi seperti di rumah, tempat beribadah, sekolah, kantor, laboratorium, tempat-tempat bisnis, ruang rapat, tempat rekreasi di jalanan dan lain-lain. Kegiatan diskusi biasanya bisa terjadi secara spontanitas, ketika beberapa orang yang saling mengenal berkumpul di suatu tempat. Pada saat jumlah orang yang berpartisipasi dalam suatu diskusi meningkat maka secara spontanitas diskusi akan melemah.

Metoda diskusi barangkali sangat efektif di dalam pendidikan orang dewasa dengan perencanaan dan petunjuk yang sederhana jika peserta yang terlibat jumlahnya sedikit dan saling mengenal dengan baik. Metoda diskusi digunakan secara efektif dengan jumlah peserta sepuluh orang atau lebih tetapi harus direncanakan dengan cermat dan diperlukan pembimbing. Hal ini sangat perlu khususnya jika anggota kelompok diskusi tidak saling mengenal satu sama lainnya.

Para ahli pendidikan dan ahli sosiologi telah mengembangkan sejumlah teknik yang ditujukan agar metoda diskusi dalam pendidikan orang dewasa dapat dilakukan secara efektif. Hal ini sangat penting artinya agar para guru, pelatih, dan pembimbing pada kegiatan pendidikan orang dewasa lebih memahami dan mengenal metoda diskusi sehingga penerapannya menjadi efektif.

Kita belajar dengan cara melakukan kegiatan diskusi menyediakan kesempatan untuk berpartisipasi. Metoda diskusi berguna dalam pendidikan. Peserta didik belajar menurut tingkat partisipasinya. Peserta didik yang aktif secara fisik dan mental di dalam kegiatan diskusi belajarnya lebih banyak dari pada yang hanya duduk diam dan mendengarkan saja.

Kegiatan diskusi cenderung membuat peserta didik lebih sabar dan berfikiran luas. Mereka belajar bahwa ada dua atau lebih sudut pandang suatu masalah. Karena setiap anggota diskusi kelompok mempunyai kesempatan yang sama untuk menyampaikan pendapat atau pengalamannya, maka dia lebih siap mendengarkan pendapat atau pandangan peserta lainnya.

Metoda diskusi menganjurkan agar peserta didik menjadi pendengar yang baik. Kita dikatakan belajar jika kita aktif mendengarkan pembicaran orang lain. Partisipasi seseorang dalam kegiatan diskusi adalah mendengarkan dengan baik karena ucapan atau pembicaraannya akan didasarkan pada pembicaraan peserta lainnya. Mendengarkan secara aktif membantu untuk memperjelas kesalahpahaman.

Semakin sedikit anggota diskusi kelompok maka semakin besar kesempatan masing-masing anggota untuk berpartisipasi.

 Satu dari beberapa manfaat penting metoda diskusi pada pendidikan orang dewasa adalah bahwa metoda ini memberikan kerjasama dengan membawa secara bersama-sama, kenyataan-kenyataan dan pendapat anggota diskusi kelompok sehingga kesimpulan dapat dicapai. Sumbangan dari masing-masing anggota kelompok menambah pengetahuan yang kita miliki.

Kita memerlukan pemimpin yang cakap atau mampu di semua kelompok kehidupan seperti di rumah, sekolah, perkantoran, lembaga pendidikan, partai politik dan lain-lain. Begitu juga dalam diskusi kelompok harus ada pemimpin yang baik sehingga proses diskusi dapat menghasilkan kesimpulan yang baik pula.

Seorang pemimpin diskusi sangat diperlukan agar waktu dapat digunakan seefektif mungkin. Terlalu banyak waktu yang digunakan dengan terlalu banyak materi yang didiskusikan maka diskusi menjadi tidak produktif.

Metoda diskusi digunakan untuk :

  1. Merangsang peserta didik untuk menyadari adanya permasalahan yang dihadapi bersama.
  2. Menolong peserta didik untuk mengidentifikasi permasalahan.
  3. Membantu peserta didik untuk menyelidiki permasalahan.
  4. Membantu peserta didik untuk menemukan jawaban dan pemecahannya.
  5. Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk merencanakan program kegiatan yang dilakukannya.
  1. MERANCANG DISKUSI KELOMPOK.

Perencanaan yang cermat merupakan hal yang sangat penting untuk tercapainya keberhasilan diskusi kelompok terpimpin. Kita beranggapan bahwa permasalahan atau persoalan yang pantas untuk didiskusikan mempunyai kriteria yang sesuai dengan yang telah dijelaskan pada uraian sebelumnya. Ada tiga faktor tambahan yang dapat menentukan keberhasilan suatu kegiatan diskusi :

  1. Kecakapan seorang pemimpin diskusi memiliki tanggungjawab untuk memimpin jalannya diskusi.
  2. Penetapan susunan atau tempat duduk untuk diskusi.
  3. Partisipasi anggota kelompok diskusi pada saat berlangsungnya diskusi.

Berikut ini adalah tanggungjawab pemimpin diskusi :

  1. Mendorong munculnya gagasan anggota kelompok diskusi.
  2. Melihat bahwa fakta yang mengandung permasalahan adalah perlu pemecahan dan itu merupakan kebutuhan.
  3. Bertanya dan mengarahkan diskusi dari waktu ke waktu untuk memipin jalannya diskusi.
  4. Sekali-kali membuat ringkasan atau catatan-catatan penting tanpa memasukkan pendapat perorangan.
  5. Melayani sebagai seorang ahli yang efisien untuk menyatupadukan silang-pendapat diantara anggota kelompok diskusi tanpa menggunakan taktik otokratis.

Bentuk-bentuk penataan tempat diskusi merupakan faktor pendukung keberhasilan suatu diskusi kelompok. Oleh karena itu penataan tempat untuk tempat diskusi merupakan hal yang sangat penting di dalam perencanaan diskusi. Bentuk penataan tempat diskusi sama pentingnya dengan merencanakan yang lainnya.

Orang-orang yang berdiskusi akan merasa lebih bersahabat saling berhadapan satu sama lainnya secara tidak kaku. Oleh karena itu pemimpin diskusi harus menata kursi sehingga semua anggota kelompok diskusi dapat melihat wajah seluruh anggota lainnya. Untuk itu maka bentuk melingkar adalah bentuk yang sangat cocok. Ruangan dengan tempat duduk yang tidak dapat digeser-geser karena dipasang secara permanen, tidak cocok untuk kegiatan diskusi seperti ini.

Pemimpin diskusi yang baik akan memeriksa terlebih dahulu tidak hanya penataan tempat duduk tapi juga kenyamanan suhu, cahaya, dan ventilasi udara. Dia juga perlu mendapatkan perlengkapan lain seperti alat tulis, penghapus dan lainnya. Beberapa pemimpin diskusi lebih suka dengan tempat duduk yang melingkar. Penataan tempat duduk seperti ini diperlukan jika materi diskusi memerlukan kegiatan tulis-menulis dan atau hitung-menghitung.

Pemimpin diskusi juga harus dapat memilih orang-orang yang akan terlibat dalam kegiatan diskusi. Orang-orang yang cerdas dalam suatu kelompok akan sangat berpengaruh terhadap partisipasi anggota yang lainnya. Pemimpin diskusi harus mampu mengendalikan orang-orang yang terlalu agresif, terlalu pasif, tidak mampu mengendalikan emosinya.

  1. MENDORONG SEMUA ANGGOTA UNTUK AKTIF.
  1. Cobalaha menggali beberapa sumbang saran dan pemikiran dari seluruh anggota kelompok dengan bertanya seperti ” apakah yang anda pikirkan tentang hal ini ?, apakah ada yang tidak setuju dengan pendapat ini ? Apakah ada yang memiliki pengalaman lain sehubungan dengan masalah ini ?.
  2. Bangkitkan seluruh anggota kelompok untuk mengajukan pertanyaan atau untuk saling bertanya antara yang satu dengan yang lainnya. Pemimpin diskusi dapat mengarahkan kembali kepada kelompok atau pada sebagian pertanyaan anggota yang ditujukan kepadanya.
  3. Harus dapat menyela pembicaraan sebijaksana mungkin, karena ada orang yang cenderung memonopoli jalannya diskusi.
  4. Jagalah diskusi agar tetap pada masalah atau persoalan yang dipilih untuk dibicarakan. Dengarkan dengan penuh perhatian pada semua pendapat tapi tetap menekankan pada masalah yang penting saja, sehingga tidak keluar dari topik pembicaraan.
  1. MEMPERTAHANKAN KOSENTRASI TETAP TINGGI.
  1. Memberikan hal-hal yang menyenangkan, tidak kaku dan melemparkan humor yang baik.
  2. Membiarkan setiap anggota merasa senang, tidak dibatasi tata tertib yang sangat kaku.
  3. Hindarkan pertentangan diantara anggota kelompok diskusi.
  4. Bangkitkan perasaan hati anggota kelompok secara alamiah.
  5. Hubungkan permasalahan dengan sesuatu dimana anggota kelompok sangat tertarik terhadap sesuatu tersebut.
  6. Ajukan pertanyaan-pertanyaan yang memerlukan pemikiran daripada yang berupa hapalan tanpa berpikir.
  7. Jelaskan kepada anggota kelompok untuk melihat bahwa mereka telah mencapai hasil yang baik sesuai dengan tujuan diskusi yang diharapkan.
  8. Gunakan peta, bahan-bahan yang memberikan gambaran lebih jelas. Optimalkan bahan-bahan yang digunakan untuk tetap menarik perhatian anggota kelompok diskusi.
  1. MENUTUP KEGIATAN DISKUSI.
  1. Setelah ringkasan dan kesimpulan telah diperoleh maka kegiatan diskusi telah selesai. Dengan demikian pemimpin diskusi dapat menutup kegiatan diskusi secara resmi.
  2. Bahaslah prinsip-prinsip penerapannya terhadap pemecahan lain yang serupa.
  3. Cobalah tanyakan kepada masing-masing anggota kelompok mengenari rencana kegiatan pribadinya.
  4. Ambilah masalah yang belum terpecahkan untuk kegiatan diskusi berikutnya.

Diskusi adalah salah satu metoda berlatih-melatih yang bisa digunakan dalam pembelajaran orang dewasa tetapi dengan melihat dan mempertimbangkan kandungan materi yang diberikan. Jika isi esensi materi pembelajaran bersifat teoritis hanya untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap sangat cocok untuk digunakan. Tetapi jika esensi materi bersifat praktis untuk meningkatkan keteremapilan atau kerja otot peserta pelatihan maka metoda diskusi adalah bukan pilihan yang tepat.

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker