MENGENAL LEBIH DALAM TENTANG BAHAN PENGEMAS

Ditulis oleh Administrator on . Posted in Artikel Kelautan dan Perikanan

Oleh : Ricky Aditya Saputra, S.S.T.Pi ( Instruktur Pertama BPPP Banyuwangi)

 

Makanan merupakan bahan pangan yang mudah rusak, Banyak faktor yang mempengaruhi dari kerusakan yang diakibatkan oleh sifat makanan itu sendiri, lingkungan luar dan dari pengemasnya yang tidak standart. Salah satu cara untuk mempertahankan daya awet dari makanan adalah salah satunya dengan pengemasan. Pengemasan yang paling baik adalah dapat mempertahankan daya awet makanan tersebut, tidak mempengaruhi rasa atau sifat kimiawi dalam makanan yang dibungkus tersebut dan tidak mencemari atau mengkontaminasi produk yang ada didalamnya. Pada dasarnya sebelum manusia membuat kemasan, alam telah menyediakan kemasan untuk bahan pangan, seperti jagung dengan kelobotnya, buah-buahan dengan kulitnya kelapa dengan sabut dan tempurung, polong-polongan dengan kulit polong dan lain-lain. Pada zaman modern saat ini, masalah kemasan menjadi bagian kehidupan masyarakat sehari-hari, terutama dalam hubungannya dengan produk pangan. Sejalan dengan itu pengemasan telah berkembang dengan pesat menjadi bidang ilmu dan teknologi yang semakin canggih.

Ruang lingkup bidang pengemasan saat ini juga semakin luas, mulai dari bahan yang sangat bervariasi hingga model atau bentuk dan teknologi pengemasannya yang semakin canggih dan  menarik. Kemasan dibagi menjadi 3 bagian berdasarkan struktur sistem kemas yaitu kemasan primer, sekunder dan tertier. Kemasan primer merupakan kemasan yang kontak langsung dengan bahan/produk, kemasan sekunder merupakan kemasan yang mewadahi atau membungkus produk setelah kemasan primer, sedangkan kemasan tertier kemasan yang mewadahi beberapa kemasan dari sekunder biasanya kemasan ini berfungsi untuk melindungi produk dari kerusakan saat pengiriman contohnya boxs,pallet, sterefoam, dan kardus.

Bahan-bahan kemasan yang digunakan bervariasi dari bahan kertas, plastik, gelas, logam, fiber hingga bahan-bahan yang dilaminasi. Tak hanya itu bentuk dan teknologi kemasan juga sangat bervariasi dari kemasan botol, kaleng, kemasan vakum, kemasan aseptik, kaleng bertekanan dan lain-lain.

contoh kemasan makanan

Gambar 1. Contoh berbagai macam jenis dan bentuk kemasan (gambar sumber dari google.com)

 

     A. Fungsi dan Peranan Kemasan

  1. Melindungi dan mengawetkan produk, seperti melindungi dari sinar ultraviolet, kelembapan udara, oksigen, benturan, kontaminasi kotoran dan mikroba yang dapat merusak dan menurunkan mutu produk.
  2.  Mewadahi produk selama distribusi dari produsen hingga ke konsumen, agar produk/bahan tidak tercecer, terutama untuk cairan, butiran dan pasta
  3. Sebagai identitas produk, dalam hal ini kemasan dapat digunakan sebagai alat komunikasi dan informasi kepada konsumen melalui label yang terdapat pada kemasan
  4. Meningkatkan efisiensi, dalam hal ini seperti contoh memudahkan penghitungan berat dan jumlah produk dalam satu kemasan karena biasanya di label kemasan sudah terdapat informasinya, serta juga memudahkan pengiriman dan penyimpanan produk
  5. Melindungi pengaruh buruk dari luar, Melindungi pengaruh buruk dari produk di dalamnya, misalnya jika produk yang dikemas berupa produk yang berbau tajam atau produk berbahaya seperti air keras, gas beracun dan sejenisnya, maka dengan mengemas produk ini dapat melindungi produk-produk lain disekitarnya
  6. Menambah daya tarik calon pembeli, hal ini dikarenakan kemasan dengan warna dan bentuk yang menarik merupakan salah satu faktor produk laku terjual
  7. Memberi kenyamanan bagi konsumen, dengan desian kemasan yg dibuat sedemikian rupa sehingga memudahkan konsumen untuk menggunakannya dan menyimpannya kembali

Fungsi paling mendasar dari kemasan adalah untuk mewadahi/melindungi produk/bahan makanan dari kerusakan-kerusakan, sehingga mudah disimpan, diangkut dan dipasarkan. Secara umum fungsi pengemasan pada bahan pangan adalah :

 

 

B. Klasifikasi Kemasan

Kemasan dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa cara yaitu :

1. Berdasarkan frekwensi pemakaian :

a. Kemasan sekali pakai (disposable) , yaitu kemasan yang langsung dibuang setelah dipakai. Contoh bungkus plastik untuk es, permen, bungkus dari daun-daunan,karton dus minuman sari buah, kaleng hermetis.

b. Kemasan yang dapat dipakai berulangkali (multitrip), contoh : botol minuman, botol kecap, botol sirup. Penggunaan kemasan secara berulang berhubungan dengan tingkat kontaminasi, sehingga kebersihannya harus diperhatikan.

c. Kemasan atau wadah yang tidak dibuang atau dikembalikan oleh konsumen

(semi disposable), tapi digunakan untuk kepentingan lain oleh konsumen, misalnya botol untuk tempat air minum dirumah, kaleng susu untuk tempat gula, kaleng biskuit untuk tempat kerupuk. Penggunaan kemasan untuk kepentingan lain ini berhubungan dengan tingkat toksikasi.

2. Berdasarkan sifat kekakuan bahan kemasan

a. Kemasan fleksibel yaitu bahan kemasan yang mudah dilenturkan tanpa adanya retak atau patah. Misalnya plastik, kertas dan foil.

b. Kemasan kaku yaitu bahan kemas yang bersifat keras, kaku, tidak tahan lenturan, patah bila dibengkokkan relatif lebih tebal dari kemasan fleksibel. Misalnya kayu, gelas dan logam.

c. Kemasan semi kaku/semi fleksibel yaitu bahan kemas yan memiliki sifat-sifat antara kemasan fleksibel dan kemasan kaku. Misalnya botol plastik (susu, kecap, saus), dan wadah bahan yang berbentuk pasta.

3. Berdasarkan sifat perlindungan terhadap lingkungan

a. Kemasan hermetis (tahan uap dan gas) yaitu kemasan yang secara sempurna tidak dapat dilalui oleh gas, udara atau uap air sehingga selama masih hermetis wadah ini tidak dapat dilalui oleh bakteri, kapang, ragi dan debu. Misalnya kaleng, botol gelas yang ditutup secara hermetis. Kemasan hermetis dapat juga memberikan bau dari wadah itu sendiri, misalnya kaleng yang tidak berenamel.

b. Kemasan tahan cahaya yaitu wadah yang tidak bersifat transparan, misalnya kemasan logam, kertas dan foil. Kemasan ini cocok untuk bahan pangan yang

mengandung lemak dan vitamin yang tinggi, serta makanan hasil fermentasi, karena cahaya dapat mengaktifkan reaksi kimia dan aktivitas enzim.

 

c. Kemasan tahan suhu tinggi, yaitu kemasan untuk bahan yang memerlukan proses pemanasan, pasteurisasi dan sterilisasi. Umumnya terbuat dari logam

dan gelas.

 

4. Berdasarkan tingkat kesiapan pakai (perakitan)

a. Wadah siap pakai yaitu bahan kemasan yang siap untuk diisi dengan bentuk yang telah sempurna. Contoh : botol, wadah kaleng dan sebagainya.

b. Wadah siap dirakit / wadah lipatan yaitu kemasan yang masih memerlukan tahap perakitan sebelum diisi. Misalnya kaleng dalam bentuk lembaran (flat) dan silinder fleksibel, wadah yang terbuat dari kertas, foil atau plastik. Keuntungan penggunaan wadah siap dirakit ini adalah penghematan ruang dan kebebasan dalam menentukan ukuran.

 

contoh design kemasan

Gambar 2. Contoh design kemasan karton (sumber google.com)

 

C. Jenis-jenis kemasan untuk bahan pangan

 

       1. Plastik

Jenis kemasan yang sering dijumpai dipasaran adalah jenis plastik.penggunaan kemasan plastic berkembang dengan sangat pesat. Plastic yang diproduksi berupa film, lembaran dengan  ketebalanyang bervariasi, dan juga ada jenis plastic yang disebut laminasi yaitu pelapisan beberapa jenis plastik sebelum prosessing plastic.

Plastik ada yang bersifat kaku dan ada yang bersifat fleksibel. Plastik wrapping merupakan kemasan plastik yang fleksibel. Biasanya bersifat lemas, gampang ditarik, daya rentang tinggi tanpa sobek dan mudah dikelim panas. Plastik untuk wraping yang umum dijual di supermarket adalah yang terbuat dari plastik polietilen (PE) jenis LDPE. Sifat umum PE adalah transparan, berminyak, mudah dibentuk, lemas, gampang ditarik, daya rentang tinggi tanpa sobek, mudah dikelim panas, tahan asam, basa, alkohol dan deterjen serta kedap uap air dan air.

Beberapa jenis plastik yang ada dipasaran adalah: poli etilen (PE) cocok untuk mengemas pangan yang beraroma, yang akan disimpan beku, tapi tidak cocok untuk produk berlemak; Poli Etilen Tereptalat (PET) bisa digunakan untuk kemasan buah kering, permen, sari buah, air minum, minuman ringan berkarbonasi, minyak goreng, saus, jeli, selai; Polipropilen (PP) tahan suhu tinggi sehingga dapat digunakan untuk pangan sterilisasi atau makanan panas, tahan asam sehingga bisa dipakai untuk sari buah dan tahan minyak sehingga bisa dipakai untuk produk olahan minyak.

 

2. Sterofoam

Adalah nama populer dari plastik jenis polistiren (PS). Sifat umum dari PS adalah titik leleh rendah (80oC), tahan asam, basa, permeabilitas uap air dan gas sangat tinggi. PS digunakan untuk mengemas bahan pangan segar (mentah) seperti buah dan sayur. Karena monomer dari PS diduga juga bersifat karsinogenik, maka kemasan ini hendaknya tidak digunakan untuk mengemas makanan atau minuman panas karena dapat menyebabkan terjadinya migrasi komponen kedalam makanan/minuman yang dikemas.

 

3. Kertas

Keuntungan penggunaan kemasan dari kertas: harga murah dan mudah diperoleh. Kelemahan kertas untuk mengemas bahan pangan adalah sifatnya yang sensitif terhadap air dan mudah dipengaruhi oleh kelembaban udara lingkungan. Hal ini menyebabkan makanan yang dikemas dengan kertas akan sangat mudah mengalami penurunan mutu.
Modifikasi proses pembuatan dan aditif yang digunakan dilakukan untuk memperoleh kertas dengan sifat khusus. Contohnya: Kertas tahan minyak (grease proof) mempunyai permukaan seperti gelas dan transparan, mempunyai daya tahan yang tinggi terhadap lemak, oli dan minyak, tidak tahan terhadap air walaupun permukaan dilapisi dengan bahan tahan air seperti lak dan lilin. Kertas perkamen mempunyai ketahanan lemak yang baik, mempunyai kekuatan basah yang baik, tidak berbau/berasa, tidak memberikan penghambatan yang baik terhadap gas, kecuali jika dilapisi dengan bahan tertentu dan dapat digunakan untuk mengemas bahan pangan seperti mentega, margarin, keju, teh, kopi. Kertas lilin memiliki lapisan lilin dengan bahan dasar parafin; sifatnya dapat menghambat air, tahan minyak dan memiliki daya rekat panas yang baik. Kertas bekas (koran, buku, majalah) tidak boleh digunakan untuk mengemas makanan. Kertas bekas bisa menjadi sumber cemaran biologis (mikroba) yang dapat menyebabkan penyakit diare akut. Selain itu, tinta yang ada di kertas bekas bisa jadi mengandung logam berat yang bisa bermigrasi kemakanan dan membahayakan kesehatan konsumen
.

 

4. Aluminium Foil

Aluminium foil (alufo) seperti halnya kaleng aluminium merupakan jenis kemasan berbahan dasar dasar aluminium. Jika kaleng alumunium banyak digunakan dalam industri minuman, maka alumunium foil banyak digunakan sebagai bagian dari kemasan bentuk kantong bersama-sama/dilaminasi dengan berbagai jenis plastik (misalnya retort pouch untuk susu UHT, sari buah) dan banyak digunakan industri makanan ringan, susu bubuk dan sebagainya. Alufo mengandung aluminium tidak kurang dari 99%. Merupakan jenis kemasan yang ringan, atraktif, tidak berbau/berasa, dan inert terhadap sebagian besar makanan. Kelemahannya adalah tidak tahan secara mekanis, mudah bocor jika ditusuk. Coating atau laminasi alufo dengan bahan polimer akan dapat meningkatkan ketahanannya terhadap kerusakan mekanis. Alufo juga stabil untuk kisaran suhu yang lebar. Biasanya digunakan untuk membungkus coklat atau keju.

Begitu pentingnya fungsi dan peranan kemasan dalam kehidupan sehari-hari akan tetapi permasalahan yang ditimbulkan oleh kemasan bekas yang dibuang dan tidak bisa didaur ulang menjadi masalah lingkungan yang harus diselesaikan karena dapat menimbulkan kerusakan lingkungan akibat penumpukan sampah dan juga kemasan plastik yang pembuatannya menggunakan minyak bumi yang keberadaannya semakin menipis dan tidak dapat diperbaharui lagi .

Seiring dengan kesadaran manusia akan permasalahan ini , maka penelitian bahan kemasan diarahkan pada bahan-bahan organik, yang dapat dihancurkan secara alami dan mudah diperoleh. Kemasan ini disebut dengan kemasan masa depan (future packaging). Sifat-sifat kemasan masa depan diharapkan mempunyai bentuk yang fleksibel namun kuat, transparan, tidak berbau, tidak mengkontaminasi bahan yang dikemas dan tidak beracun, tahan panas, biodegradable dan berasal dari bahan-bahan yang terbarukan. Bahan-bahan ini berupa bahan-bahan hasil pertanian seperti karbohidrat, protein dan lemak.

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker