MELATIH DENGAN TEAM TEACHING

Ditulis oleh Mastaka, S.St.Pi on . Posted in Artikel Kelautan dan Perikanan

 

Oleh : Mastaka, S.St.Pi. (Instruktur Madya – BPPP Banyuwangi)

 

A. Pengertian Team Teaching.

Dalam istilah tersebut terdiri dari dua kata yaitu team dan teaching. Kata pertama adalah team sengaja tidak ditulis sebagaimana yang telah umum digunakan yaitu “tim”. Karena kata yang kedua teaching tidak ada pembakuannya dalam bahasa indonesia. Sehingga kedua kata tersebut tetap menurut bahasa asalnya yaitu bahasa inggris.

Team (tim) dapat diartikan sebagai suatu kumpulan antara dua orang atau lebih yang bekerjasama atas dasar saling percaya-mempercayai, saling harga-menghargai, saling bantu-membantu, dan saling pengertian dalam suasana yang menyenangkan untuk menyelesaikan suatu kegiatan. Pengertian team tersebut adalah yang mengarah kepada suatu team yang baik (harmonis). Sehingga jika suatu team tidak memiliki atau tidak terdapat salah satu diantara syarat-syarat tersebut maka team yang ada adalah team yang kurang harmonis. Semakin banyak syarat yang tidak ada maka team akan semakin tidak harmonis.

Kata yang kedua adalah “teaching” yang atinya mengajar atau pengajaran, yaitu kegiatan dimana terjadi interaksi antara pengajar (pelatih) dengan peserta didik (peserta pelatihan) sehingga setelah selesai kegiatan terjadi perubahan perilaku baik pada diri peserta maupun pada diri pengajar itu sendiri. Pengajar (pelatih) yang bertugas membawa dan menyampaikan materi sedangkan peserta menerima materi yang disampaikan oleh pengajar.

Dengan mengacu pada pengertian sebagaimana tersebut di atas maka  team teaching dapat diartikan sebagai suatu kumpulan pengajar (pelatih) yang terdiri dari dua orang atau lebih yang melakukan kegiatan mengajarnya (melatih) secara bersama-sama dalam satu proses berlatih-melatih. Walaupun dalam pelaksanaannya pelatih tampil di depan peserta secara bergantian dan ataupun secara bersamaan saat membimbing peserta pelatihan saat menggunakan metoda praktek.

 

B. Sinergitas Team Teaching.

Team teaching pada dasarnya adalah kelompok, yaitu kumpulan pelatih yang terdiri dari 2 (dua) orang atau lebih yang melakukan kegiatan melatih secara bersama-sama dalam waktu yang bersamaan.

Suatu kelompok akan menjadi sinergi apabila diantara anggota-anggotanya memiliki sikap-sikap sebagai berikut : saling terbuka, saling menghormati, saling percaya-mempercayai, saling bertanggungjawab, dan saling membutuhkan.

1. Saling Terbuka.

Yang dimaksud saling terbuka disini adalah bahwa seluruh pelatih yang tergabung dalam suatu team teaching harus saling terbuka satu sama lainnya. Keterbukaan sangat diperlukan untuk saling memperlihatkan kelebihan-kelebihan serta kekurangan-kekurangan yang dimiliki masing-masing. Bagian-bagian mana yang paling dikuasai dari materi yang akan disampaikan harus disampaikan kepada pelatih lain. Dengan demikian pembagian tugas akan disesuaikan dengan kemampuan pelatih yang bersangkutan.

Dengan mengetahui kelebihan-kelebihan dan kekurangan-kekurangan masing-masing maka diharapkan saling menunjang pada saat melakukan proses berlatih-melatih secara bersamaan. Kekurangan yang satu ditutup oleh pelatih yang lainnya dan kelebihan yang lain untuk mendukung kekurangan pelatih yang lainnya.

Agar bisa terbuka terhadap yang lain tentunya harus menghilangkan rasa gengsi atau tahan harga diri. Jika rasa gengsi dan harga diri yang berlebihan bisa membuat seseorang tidak mau terbuka terhadap yang lainnya. Bisa dibayangkan jika suatu team teaching masing-masing pelatihnya tidak mau saling membuka diri maka sudah bisa dipastikan team tersebut tidak akan kompak dan pada saat berlangsungnya proses berlatih-melatih tidak akan terjadi keharmonisan diantara pelatih tersebut.

Keterbukaan juga bukan hanya menyangkut kekurangan dan kelebihan yang dimiliki saja tetapi juga menyangkut hal-hal lain misalnya saat melakukan joke atau bercanda untuk selingan pada saat melatih, sehingga kalau masing-masing sudah saling terbuka diharapkan tidak terjadi salah paham atau tersinggung yang menimbulkan konflik.

 

2. Saling Menghormati.

Sikap saling menghormati juga perlu ditumbuhkan diantara pelatih yang tergabung dalam suatu team teaching. Berdasarkan teori A. Maslow menyatakan bahwa manusia sebagai individu membutuhkan beberapa kebutuhan yang salah satunya adalah kebutuhan rasa penghormatan (prestise). Oleh karena itu pada saat tampil di depan peserta pelatihan masing-masing pelatih harus mampu menunjukkan rasa penghormatan kepada pelatih yang lainnya.

Walaupun pergaulan sehari-hari nampak biasanya saja bahkan kadang-kadang karena sesama teman sejawat sehingga pada saat memanggil biasa dengan menyebut namanya saja. Tetapi pada saat tampil di depan peserta pelatihan hal tersebut sangat tabu untuk dilakukan. Oleh karena itu tunjukkan rasa menghormati pelatih lain (walau teman sehari-hari) dengan menyebut Pak Anu atau Ibu Anu. Jangan sampai memanggil pelatih lain di depan peserta dengan hanya menyebut namanya saja.

 

3. Saling Percaya-Mempercayai.

Sikap saling percaya-mempercayai diantara anggota kelompok (team) dapat menyebabkan kelompok tersebut menjadi sinergi. Pelatih yang satu harus percaya kepada pelatih lainnya yang tergabung dalam team teaching. Percaya bahwa pelatih yang lainnya memiliki kelebihan daripada dirinya, percaya bahwa pelatih lain bisa bekerjasama dengan kita, percaya bahwa pelatih lain menguasai materi yang akan disampaikannya.

Sikap mempercayai orang lain akan menghilangkan rasa keraguan kita pada orang tersebut. Kalau timbul rasa ragu-ragu pada diri pelatih terhadap pelatih lainnya maka kelompok tersebut tidak akan solid atau kompak karena yang satu akan meragukan yang lainnya.

 

4. Saling Bertanggungjawab.

Team teaching adalah kegiatan melatih yang dilakukan secara bersama oleh beberapa orang pelatih. Dengan demikian keberhasilan suatu proses berlatih-melatih yang dilakukan oleh team teaching tersebut bukan hanya menjadi tanggungjawab seorang pelatih tetapi semua pelatih yang tergabung dalam team teaching tersebut.

Kalau sikap tanggungjawab sudah muncul pada semua pelatih tentunya akan mendorong semua pelatih tersebut untuk melaksanakan proses berlatih-melatih sebaik-baiknya. Jangan sampai terjadi di dalam suatu team ada pelatih yang satu masa bodoh. Sikap masa bodoh merupakan sikap yang tidak bertanggungjawab terhadap tugas yang dibebankan kepadanya.

Sikap tanggungjawab ini dapat ditunjukkan pada persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi team teaching. Jika masing-masing pelatih memiliki rasa tanggungjawab maka semua tahapan kegiatan team teaching tersebut akan dilakukannnya secara sungguh-sungguh dan bersama-sama. Dengan kata lain untuk mengetahui rasa tanggungjawab pada seorang pelatih yang tergabung dalam suatu team teaching adalah dengan melihat sejauh mana dia mengikuti seluruh tahapan team teaching.

  

5. Saling Membutuhkan.

Saling membutuhkan antara pelatih yang satu dengan pelatih yang lainnya merupakan sikap yang harus ada dalam suatu kelompok. Manakala tidak ada rasa saling membutuhkan diantara anggota kelompok niscaya kelompok tersebut tidak akan sinergis.

Team teaching yang terbentuk biasanya terdiri dari para pelatih yang tidak memiliki kemampuan yang sama. Artinya pelatih yang satu mempunyai kelebihan dari yang lainnya, atau pelatih yang satu mempunyai sesuatu yang tidak dimiliki oleh pelatih lainnya. Oleh karena itu dalam pelaksanaannya akan saling membutuhkan diantara team tersebut.

Selain saling membutuhkan juga ada satu hal yang tidak boleh dilupakan bahwa diantara anggota kelompok team teaching harus bisa bekerjasama diantara sesamannya. Karena melatih dalam pola team teaching tidak sama dengan melatih secara individu.

 

C. Perihal Yang Tidak Boleh Dilakukan Pelatih Pada Saat Melatih Dengan Team Teaching.

Sebagai bahan tembahan informasi mengenai team teaching, berikut ini ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan pelatih saat melatih dengan pola team teaching yaitu antara lain :

1. Pelatih yang satu menjatuhkan (menyalahkan)  pelatih lain di depan peserta pelatihan.

2. Pada saat salah seorang pelatih sedang meyampaikan materi sesuai dengan tugasnya, pelatih lain tidak diperkenankan mengganggu dan atau memotong pembicaraan pelatih yang sedang tampil tersebut.

3. Diantara pelatih yang tergabung dalam suatu team teaching jangan sampai terjadi perbedaan pendapat mengenai materi sehingga membingungkan peserta pelatihan.

4. Masing-masing pelatih tidak menampakan kekompakan dan keharmonisan di depan peserta pelatihan, sehingga proses berlatih-melatih menjadi kaku dan tidak menyenangkan bagi peserta.

5. Saat kegiatan berlatih-melatih menggunakan metoda praktek para pelatih tidak peduli atau membiarkan apa yang dilakukan oleh peserta pelatihan.

6. Pelatih datang terlambat atau tidak tepat sesuai dengan jadwal pelatihan yang sudah tertera dalam buku panduan pelatihan.

7. Saat kegiatan berlatih-melatih selesai para pelatih yang tergabung dalam proses berlatih-melatih membiarkan ruang kelas dan atau tempat praktek kotor dan berantakan.

 

Melatih adalah satu satu tugas pokok Instruktur dalam upaya untuk merubah perilaku peserta pelatihan. Melatih yang dilakukan secara individu akan sangat berbeda dengan melatih dengan pola team teaching. Melatih dengan pola team teaching membutuhkan lebih banyak energi ketimbang melatih secara individu. Kita dituntut untuk dapat bekerjasama dengan pelatih lain. Tanpa punya rasa kerjasama yang tinggi di dalam diri kita, rasanya sulit kita membangun team teaching dengan pelatih yang lain menjadi lebih sinergis.

Sikap-sikap lain juga sangat dibutuhkan pada diri kita untuk membentuk team teaching yang sinergis sebagaimana telah dikemukakan pada bab pembahasan yaitu sikap terbuka kepada yang lainnya, sikpa saling menghormati, sikap saling percaya-mempercayai, sikap saling bertanggungjawab, dan sikap saling membutuhkan.

Mudah-mudahan uraian dalam makalah ini memberikan informasi mengenai team teaching yang berguna bagi pembacanya. Diharapkan Instruktur yang membaca makalah ini mendapat tambahan informasi mengenai team teaching sehingga dapat melakukannya dengan lebih baik.

 

Sumber Gambar : https://celt.najah.edu

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker