MEJA GARAM ON/OFF, SOLUSI PRODUKSI GARAM SEPANJANG WAKTU

Ditulis oleh Administrator on . Posted in Artikel Kelautan dan Perikanan

Oleh:

Yanuar Rustrianto B, S.St.Pi, M.Si - Widyaiswara Pertama

 

Produksi garam di Indonesia mayoritas masih dilakukan secara tradisional atau memakai sistem yang sangat sederhana. Namun, kini sudah banyak bermunculan sistem atau teknologi yang modern seperti TUF Geomembran menggunakan Meja Garam On/off dan Prisma. Sebelum membahas teknologi tersebut, sangat perlu sekali memperhatikan fakor-faktor yang berhubungan  dengan pembuatan garam. Beberapa faktor tersebut akan mempengaruhi cara membuat garam sehingga bisa mengasilkan kwalitas terbaik. Beberapa faktor yang mempengaruhi pembuatan garam yaitu : Air Laut, Cuaca, Faktor Tanah, dan Kondisi Air.

1. Air Laut

Kualitas air laut sangat mempengaruhi proses dan cara membuat garam. Di Indonesia tidak semua air laut bisa dibuat menjadi garam, tingkat keasaman dan tingkat salinitas air laut sangat diperhatikan. Kalau di daerah tersebut berdekatan dengan hilir sungai, kemungkinan besar air laut sudah tercampuri oleh air tawar sehingga akan mempersulit dalam pembuatan garam.

2. Cuaca

Cuaca berangin, semakin kencang angin yang tertiup maka akan mempercepat penguapan air laut. Hal ini diimbangi juga dengan faktor suhu udara pada daerah tersebut. Jika suhu udara panas dan udara bertiup kencang, maka air akan cepat menguap, tapi kalau kondisinya dingin, hasil yang di dapat tidak seperti ketika suhunya panas.

3. Tanah

Sifat porositas (daya serap tanah) sangat mempengaruhi dalam proses pembuatan garam, terutama dengan cara tradisional. Apabila kecepatan perembesan air dalam tanah lebih cepat dari proses penguapan, maka garam yang dihasilkan tidak akan terlalu banyak. Oleh karena itu, dalam pembuatan garam alangkah lebih baik dalam prosesnya mulai kolam buffer sampai di meja kristalisasi menggunakan teknologi geomembran sebagai perantara air laut dan tanah sehingga tingkat porositas dapat seminimal mungkin.

4. Kondisi Air

Konsentrasi air garam supaya bisa mengkristal antara 25-29° Be. Bila konsentrasi air tua dibawah 25°Be, maka unsure kimia seperti Kalsium Sulfat (CaSO4) akan banyak mengendap, sedangkan kalau konsentrasi air tua lebih dari 29°Be maka Magnesium (Mg) akan banyak mengendap.

 

PRINSIP PEMBUATAN GARAM

Pembuatan garam pada umumnya dapat dibagi menjadi sistem konvesional dan sistem modern. Sistem konvensional dalam produksi garam yaitu mengalirkan air laut ke dalam kolam penampungan dan diuapkan beberapa hari hingga menyisakan garam di meja kristal atau disebut “kristalisasi total” . Prinsipnya adalah menguapkan air laut sehingga menyisakan garam yang akan kita panen, Petani garam tinggal mengumpulkan dan mengambilnya untuk bisa dipanen dan dijual di pasaran. Sedangkan sistem modern yaitu mempercepat proses pembuatan air tua (20° Be) dengan memperpanjang aliran air serta tetap mempertahankan kebersihan air di meja - meja garam. Prinsipnya adalah menguapkan air laut dengan perlakukan untuk menghasilkan kualitas garam yang baik dengan menjaga kebersihan air laut  dengan memasang filter pada saluran air dan memasang terpal hitam (geomembran) pada meja garam.

Curah hujan yang terjadi saat-saat ini sangat mengkuatirkan petambak garam dam ber produksi garam, faktor tersebut mempengaruhi penguapan dari air laut. Apabila intensitas air hujan yang tinggi, maka menurunkan tingkat produktivitas pembuatan garam. Sedangkan, panjang kemarau sangat berpengaruh pada jangka waktu yang diberikan dalam membuat garam. Jika kemarau terjadi dalam jangka waktu yang lama, maka produktivitas pembuatan garam akan semakin meningkat. Sebaliknya, apabila curah hujan tinggi maka produkstivitas pembuatan garam semakin menurun. Alur proses produksi garam menggunakan meja garam prisma dan on/off yaitu air laut yang telah melalui proses pemisahan senyawanya berbagai tahap mulai dari kolam buffer, meja peminihan, meja ulir, sampai meja garam apabila butuh disimpan (bunker) dapat dipanen pada musim panen sampai tahun selanjutnya. Dengan bahan ketersedian bahan baku itu, air laut yang ada di rumah kaca bisa dikristalkan garamnya setiap waktu. Termasuk, pada saat musim penghujan pun lahan tambak garamnya tetap bisa berproduksi.

 

tambak garam konvensional

Tambak Garam Konvensional

 

PEMBUATAN GARAM MENGGUNAKAN SISTEM ON/OFF

Petambak garam akhir-akhir ini selalu bergantung pada musim kemarau, sehingga apabila musim hujan tiba, bisa dipastikan produksi dan produktivitas pembuatan garam garam akan menurun. Oleh karena itu diperlukan suatu metode pembuatan garam sepanjang waktu dalam artian panen dapat dilakukan pada saat musim hujan dan kemarau. Salah satu inovasi atau terobosan mengantisipasi berubahnya cuaca yang tidak menentu maka petambak garam membuat meja garam dengan system On Off berbahan plastic UV berbentuk kubah. Terobosan ini sangat penting dilakukan oleh para petambak garam karena tak lagi harus bergantung pada musim kemarau sehingga bisa panen garam setiap hari walaupun harus mengeluarkan biaya tidak sedikit dalam pembuatannya, namun dengan analisa usaha seperti harga garam yang cenderung tinggi pada saat musim hujan dengan permintaan garam yang meningkat maka biaya yang dikeluarkan dalam pembuatan dan pengelolaannya dapat kembali bahkan mengalami keuntungan lebih.

Keunggulan teknologi menggunakan meja garam On Off panas dalam ruangan akan terjaga pada saat malam hari sehingga panen garam semakin cepat, serta penggunaan plastik geothermal berupa plastik UV (Ultra Violet) dan plastic HDPE (High Density Poly Etilen) dapat menstabilkan dan meratakan panas matahari yang membuat garam lebih berkualitas ketika saat hujan terjadi.

 

meja garam on-off

Meja Garam Sistem On Off

 

Meja Garam sistem On/Off  sudah diterapkan oleh petambak garam di Kabupaten Probolinggo. Desain bentuk kubah pada meja garam ON/OFF penutup yang berbentuk terowongan lebih flexible yaitu bias dibuka pada saat panas dan ditutup saat hujan dikarenakan dengan bantuan panas serta angin dapat mempercepat proses penguapan air laut dan kuantitas garam yang dihasilkan. Inovasi meja garam On Off  tersebut menjadi solusi permasalahan di kondisi cuaca La-nina dengan sama-sama menghasilkan dan memproduksi garam sepanjang waktu pada saat musim hujan dan musim kemarau.

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker