MEMBANGUN KOMUNIKASI YANG EFEKTIF

Ditulis oleh Mastaka, S.St.Pi on . Posted in Artikel Kelautan dan Perikanan

 

Oleh : Mastaka, S.St.Pi (Instruktur Madya BPPP Banyuwangi)

 

komunikasi efektifBagaimana Agar Komunikasi Bisa Efektif.

Kesalahan-kesalahan dalam melakukan komunikasi dapat menimbulkan miskomunikasi atau sahal paham. Salah paham atau salah persepsi ini sesungguhnya adalah suatu keadaan tidak terjadinya persepsi yang sama antara pesan yang dikirimkan oleh (Sender) komunikator dengan pemahaman pesan yang diterima oleh komunikan (receiver). 

Bagaimana menciptakan komunikasi yang fektif  ? Sebagaimana telah dikemukakan sebelumnya bahwa dalam komunikasi ada tahapan-tahapan yang harus dilalui sehingga dapat menciptakan komunikasi yang efektif. Namun selain harus melalui tahapan juga harus ada strateginya. Strategi membangun komunikasi yang efektif antara lain : mengetahui mitra bicara (audience); mempunyai tujuan (goal); memperhatikan kontek; mempelajari budaya (culture); dan menguasai bahasa (linguistik).

 

  1. Mengetahui Mitra Bicara (Audience).

Mengetahui mitra bicara atau audience atau komunikan yang akan menjadi sasaran pengiriman pesan adalah mutlak. Karena tanpa mengetahui lawan bicara tentu akan sulit menyesuaikan diri dengannya sehingga bagaimana dan dengan media apa pesan itu dikirim agak sulit direncanakan.

Kita berbicara atau berkomunikasi dengan anak kecil tentu berbeda dengan berkomunikasi dengan orang dewasa.Berkomunikasi dengan orang awam yang pengetahuannya terbatas akan berbeda dengan jika berkomunikasi dengan orang yang berpengetahuan luas. Berkomunikasi dengan orang dengan kesukaan (hobi) tertentu akan berbeda pula jika berhadapan dengan orang yang lainnya. Oleh karena itu kita harus mengenal siapa komunikan yang akan diajak berkomunikasi.

Hal-hal yang bisadijadikan pertimbangan dalam hal mengetahui komunikan antara lain : usia, pendidikan, jenis kelamin, hobi, status, kedudukan, dan lainnya yang dianggap perlu. Sebagai contoh, seorang ibu yang baru melahirkan kemudia curhat (berkomunikasi) dengan seorang wanita lainnya tentang bagaimana merawat bayi, tetapi wanita yang diajak berkomunikasi tersebut bukan perawat dan bahkan wanita tersebut dinyatakan tidak mampu mempunyai anak. Apa mungkin komunikasi menjadi efektif ?

Komunikasi sebagaimana contoh di atas tidak efektif karena sang ibu yang baru melahirkan tidak akan mendapatkan jawaban atau umpan balik bahkan akan melukai hati wanita yang diajak berkomunkasi tersebut.

Cara berkomunkasi dengan anak-anak juga berbeda berbicara dengan orang dewasa. Contoh dalam merayu atau menghibur seorang anak kecil yang sedang sedih (menangis) kita bisa membuat gerakan-gerakan dan atau kata-kata yang lucu di depan anak tersebut. Tentu akan berbeda jika kita akan menghibur teman kita di kantor yang sedang murung (menangis), tidak mungkin menggunakan cara-cara yang diterapkan pada anak kecil.

 

Artikel selanjutnya dapat dilihat di :Membangun komunikasi yang efektif.pdf

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker