ANCAMAN PERUBAHAN IKLIM TERHADAP KEBERLANGSUNGAN EKOSISTEM TERUMBU KARANG

Ditulis oleh Administrator on . Posted in Artikel Kelautan dan Perikanan

Oleh: Yanuar Rustrianto B, S.St.Pi, M.Si - Widyaiswara Pertama

 

Perubahan Iklim merupakan masalah yang lumayan rumit, akhir-akhir ini banyak wacana yang terus membahas mengenai perubahan iklim (Climate Change) dikaitkan dengan isu pemanasan global (Global Warming). Perubahan iklim merupakan siklus gejala alam yang biasa terjadi perlahan-lahan sekitar 50-100 tahun, namun seiring dengan perkembangan industri, serta konsumsi bahan bakar yang mengalami peningkatan setiap tahun, dan pengeluaran gas emisi karbon di atmosfer, perubahan iklim kini dirasakan dampaknya lebih awal. Akibat dari perubahan iklim, dalam beberapa tahun mendatang Indonesia akan mengalami krisis air, kemarau panjang, bencana banjir, kekurangan pangan, tenggelamnya banyak pulau serta meningkatnya penyakit malaria dan demam berdarah yang terjadi di seluruh Indonesia. Perubahan iklim pun mulai dirasakan pada sektor ekonomi, sektor pangan, sektor pariwisata,bahkan ekosistem laut pun mulai merasakan dari dampak perubahan iklim, salah satunya munculnya pemutihan karang (coral  bleaching).

 

 gambar 1

Gambar 1. Pemutihan karang (coral bleaching)

            Apakah pemutihan karang itu? Sebagian besar karang adalah binatang-binatang kecil (polip) yang hidup berkoloni dan membentuk terumbu. Mereka mendapatkan makanannya melalui dua cara: pertama, dengan menggunakan tentakel mereka untuk menangkap plankton dan kedua, melalui alga kecil (disebut zooxanthellae) yang hidup di jaringan karang. Pemutihan karang yaitu karang menjadi pudar atau berwarna putih salju akibat berbagai macam tekanan, baik secara alami maupun karena manusia, yang menyebabkan degenerasi atau hilangnya zooxanthellae pewarna dari jaringan karang. Dalam keadaan normal, jumlah zooxanthellae berubah sesuai dengan musim sebagaimana penyesuaian karang terhadap lingkungannya. Belum banyak yang dimengerti dari mekanisme pemutihan karang. Akan tetapi, diperkirakan dalam kasus tekanan termal, kenaikan suhu menganggu kemampuan zooxanthellae untuk berfotosintesis, dan dapat memicu produksi kimiawi berbahaya yang merusak sel-sel mereka.

            Apa penyebab terjadinya pemutihan karang? Tekanan penyebab pemutihan antara lain tingginya suhu air laut yang tidak normal, tingginya tingkat sinar ultraviolet, kurangnya cahaya, tingginya tingkat kekeruhan dan sedimentasi air, penyakit, kadar garam yang tidak normal dan polusi. Mayoritas pemutihan karang secara besar-besaran dalam kurun waktu dua dekade terakhir ini berhubungan dengan peningkatan suhu permukaan laut (SPL). Peristiwa pemutihan dalam  skala besar dipengaruhi oleh naik-turunnya SPL, dimana pemutihan dalam skala kecil seringkali disebabkan karena tekanan langsung dari manusia (contohnya polusi) yang berpengaruh pada karang dalam skala kecil yang terlokalisir. Pada saat pemanasan dan dampak langsung manusia terjadi bersamaan, satu sama lain dapat saling mengganggu. Apabila suhu rata-rata terus menerus naik karena perubahan iklim dunia, karang hampir dapat dipastikan menjadi subjek pemutihan yang lebih sering dan ekstrim nantinya.Oleh karena itu, perubahan iklim saat ini dapat menjadi ancaman terbesar satu-satunya untuk terumbu karang diseluruh dunia.       

Bagaimana nasib terumbu pada jangka yang panjang?Secara tidak langsung, pengaruh yang ditimbulkan dari perubahan iklim akan memberikan perkembangan terumbu karang di masa mendatang, yaitu :

a.       Peristiwa badai dan hujan, berkaitan dengan periode meluasnya daerah-daerah yang berawan dan mendung. Kondisi ini secara potensial dapat menyebabkan katastrofik dalam jangka pendek pada komunitas karang, dan di sisi lain proses pemulihannya memerlukan waktu paling tidak satu dekade. Meningkatnya frekuensi gangguan (badai) dan tidak cukupnya waktu bagi komunitas karang untuk melewati suksesi secara alami dari fase alga - karang lunak - berbagai karang skleraktinia, adalah ancaman terhadap keberadaan terumbu karang;

b.      Peningkatan suhu permukaan laut dan kemungkinan bersamaan dengan faktor cekaman lain seperti penurunan salinitas setelah hujan dapat meningkatkan peristiwa pemutihan karang.

c.       Peningkatan jumlah penduduk dunia akan meningkatkan aktivitas pembangunan, termasuk di daerah pesisir dan sepanjang daerah aliran sungai yang secara langsung menjadi ancaman terhadap keberadaan ekosistem mangrove yang berfungsi sebagai penyaring sedimen dan hara. Hilangnya atau berkurangnya fungsi mangrove dan bersamaan dengan semakin tingginya frekuensi hujan selama kejadian La Niña akan menjadi ancaman langsung bagi ekosistem terumbu karang akibat proses sedimentasi dan siltasi.

d.      Ancaman serius lainnya ialah penyuburan perairan (eutrofikasi) akibat aktivitas pertanian di daratan dan buangan limbah rumah tangga yang mengalir masuk ke daerah pantai melalui sungai-sungai dan kanal. Sebagai contoh, peningkatan kandungan nitrogen sebesar 20 μg/liter, meskipun faktanya dapat meningkatkan produktivitas primer sebesar 25%, tetapi mengurangi laju kalsifikasi karang sebesar 50-60% . Selain itu, eutrofikasi ini akan menyuburkan perkembangan fitoplankton, zooplankton, dan makroalga.

 

 

 gambar 2

Gambar 2. Eutrofikasi perairan pantai

Kemelimpahan hewan-hewan tersebut akan menguntungkan hewan yang menyaring makanannya (filter feeders) termasuk berbagai jenis bioeroder seperti lithopaga spp. , bivalvia, polychaeta, spons, briozoa, tunikata, ikan pemakan alga seperti ikan kakak tua (parrot fish) dan ikan butana (surgeon fish), dan bulu babi. Bioeroder ini dapat merusak (mengikis) struktur rangka karang dan terumbu serta mengubah struktur trofik terumbu karang. Partikel-partikel karbonat yang tererosi tersebut selanjutnya akan mengendap di bagian depan lereng terumbu (fore reef slope) atau terbawa ke laut dalam. Prediksi bahwa dalam dekade mendatang umumnya terumbu karang tidak hanya memperlihatkan penurunan penutupan oleh organisme-organisme pembangun terumbu, tetapi juga akan mengalami kerusakan karena peningkatan bio-erosi oleh organisme pelubang (borers) dan perumput (grazers).

 

Berdasarkan uraian diatas maka dapat disimpulkan masalah atau ancaman yang muncul dengan  meningkatnya pemanasan global yaitu ? pemanasan global yang berdampak pada perubahan iklim yang terus berlanjut akan mempengaruhi struktur pertumbuhan/komunitas karang seperti pemutihan karang, sehingga menjadi rusak/menghilang dan mempengaruhi kehidupan pesisir terutama manusia sebagai pemanfaat dari ekosistem terumbu karang tersebut.

 

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker