EKOWISATA, DIBALIK KEGIATAN WISATA TERDAPAT KESADARAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

Ditulis oleh Administrator on . Posted in Artikel Kelautan dan Perikanan

 

Yanuar Rustrianto B, S.St.Pi, M.Si - Widyaiswara Pertama

  

Ekowisata Mangrove Bedul di Desa Sumberasri, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, Jawa Timur, menjadi percontohan tingkat nasional dalam  pengelolaan ekowisata mangrove berbasis masyarakat (Tempo, 31 Mei 2012). Sepenggal kalimat tersebut mempunyai arti yang sangat dalam, dikarenakan ekosistem mangrove yang semula terpinggirkan oleh masyarakat sebagai vegetasi pesisir pantai untuk tempat pembuangan limbah, tempat sebagai pemenuhan kebutuhan seperti pengambilan kayu, mencari fauna perikanan, alih lahan untuk perluasan pembangunan wilayah ternyata menyimpan potensi wisata yang sangat penting seperti kesadaran pelestarian ekosistem mangrove berbasis masyarakat yang dibalut sebuah kegiatan wisata yang dinamakan ekowisata mangrove.  

Kabupaten Banyuwangi merupakan bagian paling timur dari wilayah Provinsi jawa Timur, terletak diantara koordinat 7° 43’- 8°46’ Lintang Selatan dan 113°53’114°38’ Bujur Timur dengan ketinggian antara 25-100 meter di atas permukaan laut. Luas wilayah Kabupaten Banyuwangi sebesar 5.782,50 Km2 dengan panjang garis pantai sekitar 175,8 Km.  Berbicara mengenai wisata pesisir Kabupaten Banyuwangi dengan potensi garis pantai yang termasuk terpanjang di Provinsi Jawa Timur sangat menarik untuk diketahui, bahwa disadari bersama sumberdaya hayati (biodiversity) dan non hayati di Banyuwangi sangat melimpah. Keragaman  kegiatan wisata pesisir di Banyuwangi dan Nusantara umumnya sangat menarik dijadikan daerah ekowisata, namun  perlu diketahui apa yang dimaksud ekowisata itu sendiri dan bagaimana unsur-unsur pengembangan ekowisata untuk dapat melestarikan lingkungan serta meningkatkan taraf hidup masyarakat pesisir.  

gambar 1Gambar 1. Ekowisata Mangrove Bedul

 

 

Apa yang dimaksud Ekowisata???

Pernyataan J.Butler di Scace 1993, ekowisata didefinisikan sebagai kegiatan wisata yang mempunyai konsisten dengan etika lingkungan yang positif, dapat membantu  perkembangan  tingkah laku. Dalam hal ini, Ekowisata mempunyai  dampak positif terhadap pelestarian lingkungan dan budaya asli setempat yang pada akhirnya diharapkan akan  mampu  menumbuhkan  jati diri dan rasa bangga antar penduduk setempat yang tumbuh akibat peningkatan kegiatan ekowisata. Pengertian lainnya ekowisata adalah suatu bentuk wisata yang bertanggungjawab terhadap kelestarian area yang masih alami, memberi manfaat secara ekonomi dan mempertahankan keutuhan budaya masyarakat setempat.

Ekowisata bisa disebut juga wisata konservasi karena adanya kesadaran pelestarian lingkungan berupa objek wisata yang masih alami (nature) dengan memberikan hasil yang besar dan lestari untuk keberlanjutan generasi kini dan yang akan datang.

 

gambar 2Gambar 2.  Manfaat Ekonomi dengan Sewa Perahu Wisata

 

Bagaimana unsur-unsur pengembangan Ekowisata???

Ekowisata banyak dipengaruhi oleh keberadaan unsur - unsur lingkungan dalam pengembangannya, seperti:

1. Sumber daya alam

Kekayaan keanekaragaman hayati (biodiversity) sumber daya alam merupakan daya tarik utama bagi pangsa pasar ekowisata sehingga kualitas, keberlanjutan dan pelestarian sumber daya alam menjadi sangat penting untuk pengembangan ekowisata.

2. Masyarakat
Pada dasarnya pengetahuan tentang alam dan budaya serta daya tarik kawasan wisata dimiliki oleh masyarakat setempat. Oleh karena itu pelibatan masyarakat menjadi mutlak, mulai dari tingkat perencanaan hingga pada tingkat pengelolaan.

3. Pendidikan
Ekowisata meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap alam, nilai-nilai peninggalan sejarah dan budaya. Ekowisata memberikan nilai tambah kepada pengunjung dan masyarakat dalam bentuk pengetahuan dan pengalaman. Nilai tambah ini mempengaruhi perubahan perilaku dari pengunjung, masyarakat dan pengembang pariwisata agar sadar dan lebih menghargai alam, nilai-nilai peninggalan sejarah dan budaya.

4. Pasar
Kenyataan memperlihatkan kecendrungan meningkatnya permintaan terhadap produk ekowisata baik di tingkat internasional dan  nasional. Hal ini disebabkan meningkatnya promosi yang mendorong orang untuk berperilaku positif terhadap alam dan berkeinginan untuk mengunjungi kawasan-kawasan yang masih alami agar dapat meningkatkan kesadaran, penghargaan dan kepeduliannya terhadap alam, nilai-nilai sejarah dan budaya setempat.

5. Ekonomi
Ekowisata memberikan peluang untuk mendapatkan keuntungan bagi penyelenggara, pemerintah dan masyarakat setempat, melalui kegiatan-kegiatan yang tidak merusak (non-ekstraktif), sehingga dapat meningkatkan taraf hidup ekonomi setempat.

6. Kelembagaan
Penguatan pengembangan ekowisata pada dasarnya mempunyai  suatu kerjasama kelembagaan antara NGO/ LSM, kelompok  masyarakat, pemerintah dan aktivis lingkungan, sehingga  terjalin komitmen  upaya pelestarian lingkungan, pengembangan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan (sustainable).

 

gambar 3Gambar 3.  Bentuk pengelolaan Ekowisata

 

Dengan pertimbangan unsur-unsur tersebut diharapkan ekowisata menitikberatkan pada tiga hal utama yaitu; keberlangsungan alam atau ekologi, memberikan manfaat ekonomi, dan secara sosial dapat diterima dalam kehidupan masyarakat. Kegiatan ekowisata pun secara langsung memberi akses kepada semua orang untuk melihat, mengetahui, dan menikmati pengalaman alam, intelektual dan budaya masyarakat lokal. Oleh karena itu, ekowisata harus mempunyai keuntungan sumber daya alam dengan tetap memperhatikan  kegiatan wisata yang dilakukan sehingga mendapat suasana pengalaman pada lingkungan alam.[Firm/Red]

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tags: ekowisata konservasi artikel taman nasional perikanan

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker