FAKTOR–FAKTOR FISIKA KIMIA AIR LAUT YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERTUMBUHAN LAMUN (Seagraas)

Ditulis oleh Administrator on . Posted in Artikel Kelautan dan Perikanan

 

seagrass

 

Ir. Sumartin, MP.  Widyaiswara Madya Balai Diklat Perikanan Banyuwangi

Ekosistem pesisir dan laut merupakan ekosistem alamiah yang produktif, unik dan mempunyai nilai ekologis dan ekonomis yang tinggi. Selain menghasilkan bahan dasar untuk pemenuhan kebutuhan pangan, keperluan rumah tangga dan industri yang dalam konteks ekonomi bernilai komersial tinggi, ekosistem pesisir dan laut juga memiliki fungsi-fungsi ekologis penting, antara lain sebagai penyedia nutrien, sebagai tempat pemijahan, tempat pengasuhan dan tumbuh besar, serta tempat mencari makanan bagi beragam biota laut. Di samping itu, ekosistem pesisir dan laut berperan pula sebagai pelindung pantai atau penahan abrasi bagi wilayah daratan yang berada di belakang ekosistem ini (Bengen, 2002).

Ekosistem lamun (seagrass) merupakan salah satu ekosistem laut dangkal yang mempunyai peranan penting dalam kehidupan berbagai biota laut serta merupakan salah satu ekosistem bahari yang paling produktif. Ekosistem lamun daerah tropis dikenal tinggi produktivitasnya namun mempunyai kandungan zat hara yang rendah dalam air permukaan dan tinggi dalam air pori sedimen (pore water). Kunci utama untuk mengetahui fungsi sistem lamun terletak pada pemahaman faktor-faktor yang mengatur produksi dan dekomposisi bahan organik. Pertumbuhan, morfologi, kelimpahan dan produksi primer lamun pada suatu perairan umumnya ditentukan oleh ketersediaan zat hara fosfat, nitrat dan amonium yang memainkan peranan penting dalam menentukan fungsi padang lamun (Erftemeijer 1992; Patriquin 1992).

Ketersediaan nutrien di perairan padang lamun dapat berperan sebagai faktor pembatas pertumbuhannya (Hillmanet al, 1989; Moriarty & Boon 1989; Hemmingaet al, 1991; Erftemeijer 1992; Erftemeijeret al, 1994), Berkenaan dengan hal tersebut, salah satu faktor yang juga dapat mempengaruhi pertumbuhan dari padang lamun (seagrass) adalah faktor fisis dan kimia. Air laut merupakan campuran dari 96,5% air murni dan 3,5% material lainnya seperti garam-garaman, gas-gas terlarut, bahan-bahan organik dan partikel-partikel tak terlarut. Sifat-sifat fisis utama air laut ditentukan oleh 96,5% air murni. Garam-garam tersebut berasal dari hasil erosi batu-batuan yang diangkut oleh sungai dan telah berlangsung dalam kurun waktu yang sangat lama. Beberapa senyawa lain terutama yang berupa gas berasal dari makhluk hidup yang ada didalamnya termasuk unsur oksigen dan nitrogen.

 

Artikel selengkapnya dapat diunduh di :

Faktor–Faktor Fisika Kimia Air Laut Yang Berhubungan Dengan Pertumbuhan  Lamun (Seagraas)

ilustrasi foto : http://oceanbites.org/

 

 

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker