SIFAT-SIFAT FISIKA DAN KIMIA AIR LAUT

Ditulis oleh Emiwati on . Posted in Artikel Kelautan dan Perikanan

 

 

salinitas1

Oseanografer  mempelajari sisfat-siaft air laut untuk mempelajari tidak hanya untuk mengetahui cara sifat-sifat fisi tersebut merespon faktor faktor yang mempengaruhi perubahan / modifikasi sifat-sfatf isi air laut, tetapi juga untuk mengerti proses-proses fisis dasar dari lautan. Air yang berada di permukaan lautan terexpose terhadap variasi rezim ilkim. Atikel ini memaparkan tentang sifat-sifat fisi air laut seperti suhu, salinitas, den sitat, tegangan permukaan, transpransi, konduksi panas dan sifat-sifat fisis lainnya. Selain itu membahas  tentang pengaruh garam laut terhadap densitas air laut.

 

Sifat Fisis Air

Pengetahuan mengenai properti air memberikan gambaran tentang karakteristik dari lingkungan lautan (Supangat dan Susanna, 2008). Massa molekul air adalah 18.Perbandingan air dengan komponen hydrogen yang lain menunjukkan bahwa air seharusnya beku pada temperatur -100oC dan mendidih pada temperatur -80oC, tetapi kenyataannya adalah pada temperatur 0oC dan 100oC (contoh, metana dengan massa molekul 16 beku pada temperatur 183oC dan mendidih pada temperatur -162oC).Den sitas padatan lebih besar dari cairan dan densitas cairan biasanya berkurang cepat bila dipanaskan dari titik leleh, tetapi es lebih kecil dari air dan densitas maksimum air tawar pada temperatur 4oC. Sifat-sifat fisis Air disajikan pada Tabel II.1.

Alasan untuk anomali air ini adalah karena struktur molekulnya .Molekul air mengandung satu atom oksigen yang terikat pada dua atom hidrogen.Sudut antara ikatan atom tersebut adalah 105o.Perbedaan elektrik antara atom oksigen dan hydrogen adalah atom hydrogen membawa muatan positif sementara atom oksigen membawa muatan negatif (Gambar II.1).Oleh karenas truktur kutub, molekul air mempunyai ketertarikan satu sama lain dan cenderung membentuk kelompok-kelompok yang diikat oleh ikatan intermolekul lemah yang disebut ikatan hidrogen.

Dengan bertambahnya temperatur air tawar diatas 0oC, energy molekul juga akan bertambah dan berlawanan dengan kecenderungan membentuk kelompok-kelompok parsial. Molekul secara individu dapat bersama lebih dekat mengisi ruang-ruang yang ada dan menambah densitas air.Walaupun demikian dengan bertambah tersebut,temperature akan memberikan lebih banyak energy kepada molekul dan jarak antaranya bertambah sehingga menyebabkan pengurangan densitas. Pada temperature antara 0oC dan 4oC, pengaruh orde yang dominan adalah pada peningkatan temperature termal.Kombinasi dua pengaruh berarti densitas air tawar adalah maksimal pada 4oC.

graph2


Pengaruh GaramTerlarut

Unsur terlarut dalam cairan mempunyai pengaruh menambah den sitas cairan tersebut. Semakin banyak jumlah yang terlarut akan semakin besar pengaruhnya. Begitu juga dengan air.Densitas air tawar mendekati 1,00 x 103 kgm-3(Tabel 1.2). Sementara reratadensitas air laut adalah 1,03 x 103 kgm-3. Pengaruh lain yang penting dari unsur-unsur terlarut adalah menurunkan titik beku cairan. Contohnya penambahan garam biasa (sodium klorida, NaCl) akan merendahkan titik beku air dan juga menurunkan temperature dimana air mencapai densitas maksimumnya.

Hal ini karena garam terlarut mempunyai kecenderungan dimana molekul air membentuk kelompok-kelompok ordese hingga densitas hanya diatur oleh pengaruh pengembangan termal.Gambar II.2. menunjukkan bahwa titik beku dan temperature densitas maksimum adalah sama ketika konsentrasi garam terlarut dalam air (salinitas) mencapai 25 gkg-1. Lautan mempunyai salinitas yang lebih tinggi yaitu kira-kira 35 gkg-1(dimana 30 gkg-1adalah dari ion-ion sodium terlarut (Na+,11g) dan ion-ion klorida (Cl,19g)).Jadi densitas air laut bertambah dengan turunnya temperature hingga ketitik beku. Perbedaa nantara air tawar dan air laut ini penting dan mempengaruhi pembentu kan es laut dan proses sirkulasi lautan.

 

graph1

 

Bahan Bacaan

Supangat, A dan Susanna. 2008. Oseanografi. Pusat Riset Wilayah Lautdan Sumberdaya Non-hayati. Badan Riset kelautan dan Perikanan.DepartemenKelautan dan Perikanan.

The Open University, 1995. Seawater: Its Composition, Properties,and Behaviour. Butterworth-Hainemann.Wlton Hall, England.

 

 

Oleh : 

 

Emi Wati, S.Pi

Instruktur Pertama

Balai Diklat Perikanan Banyuwangi

 

 

Lock full review www.8betting.co.uk 888 Bookmaker